Minggu, 05 Juni 2016

KUMPULAN PUISI BULAN JUNI (1) KARYA KI SLAMET 42

Blog Sita : "Sastra Nusantara"
Senin, 06 Juni 2016 - 02:30 WIB

Image "Antara Kau dan Aku Sama" (Foto: SP)
Antara Kau dan Aku Sama

“ANTARA KAU DAN AKU SAMA”
Karya : Ki Slamet 42

Kau dan aku juga aku dan kau sama
Aku dan kau adalah satu dalam dua
Kau dan aku menyatu dalam meraga
Kau dan aku menyatu dalam menjiwa
Kau dan aku  menyatu dalam merasa
Kau dan aku menyatu dalam beratma

 Allah Allah Allah Allah saja yang bisa
Pisahkan atau tetap menyatukan kita
Di alam fana semoga jua di alam baqa
Di  keikhlasan memberi dan menerima
Di  keikhlasan memohon dan meminta
Kita hanya bisa mengharap Ridha’Nya

Meski isi alam ini  penuh warna-warna
Hitam dan putih  yang lebih  menjelma
Mawujud dalam bentuk harmoni irama
Laksana keindahan untaian nada-nada
Yang dimainkan sepenuh curahan jiwa
Walau nampak kontra tapi berestetika

Kita jalani hidup seperti apalah adanya
Sebagaimana garis-garis kehidupan kita
Sketsa terlukis di atas kanvas semesta
Hitam putih  biru kuning merah  jingga
Atau pun campuran dari warna-warna
Allah juga yang tentukan jelek bagusnya
 
Bumi Pangarakan, Bogor
Sabtu, 04 Juni 2016 – 06:52 WIB


Image "Tebing Longsor Ngegelosor" (Foto: SP)
Tebingan Longsor Ngegelosor


“TEBING ITU LONGSOR NGEGELOSOR”
Karya : Ki Slamet 42

Minggu malam  tiga  April  dua ribu enam belas
Cibubur  dan  sekitarnya  diguyur  hujan deras
Stukrur tanah  nan labil  makin labil mengganas
Tebingan  yang tak punya turap penahan  lemas
Buat tebingan  tinggi sepuluh meter itu amblas
Bunyi suaranya  riuh bergemuruh  sangat keras

Di Gang Salak, Cipayung, dan Pondok Ranggon
Tempat masyarakat setempat ngendon manggon
Warganya masih banyak yang tidur pulas jongjon
Cuaca nan dingin buatlah mereka asyik berkelon
Banyak yang terjaga tapi sedang asyik menonton
Film  sex  di media elektronik mereka yang di on

Saat banjir mulai melanda rumah-rumah mereka
Mereka baru sadar  bangun terjaga melek mata
Bahwa  ada tebingan longsor  di daerah mereka
Andi seorang warga Gang Salak cepatlah segera
Dia berinisiatif  pasang papan berita secepatnya
Beri tahu warga  agar berhati-hati dan waspada

Lurah Pondok Ranggon, Mahpuz MZ berkata :
“Pihaknya segera akan tinjau ke lokasi longsornya
Untuk berkoordinasi dengan Sudin Bina Marga,
Bagaimana kondisinya, apakah memang perlu juga
Dibuatkan turap baru atau adakah solusi lainnya
Agar tidak ada lagi longsor susulan landa warga?”
  
Referensi Puisi :
Radar Bogor edisi Selasa, 5 April 2016

Bumi Pangarakan, Bogor
Sabtu, 04 Juni 2016 – 06:52 WIB


Image "Perempuan Jablai" (Foto: Google)
Perempuan Jablai


“NGARUMPI JABLAI”
Karya: Ki Slamet 42

Terkisahlah perempuan muda nan cantik rupa
Dari Desa Sukamakmur  dia hijrahlah ke kota
Terbujuk  tergiur  tutur lamis manis tetangga
Imingi hidup penuh dengan kemewahan dunia

Dia sudah dua warsa hidup sendiri menjanda
Ditinggal pergi suami mati ketika celaka kerja
Di  negeri nan makmur sentosa  Saudi Arabia
Sunyi hati sepi jiwa sepi raga buat dia tergoda

Kini jadilah dia perempuan jablai penjaja cinta
Berhias di keremangan malam  sudut Jakarta
Menjaring mangsa  si hidung belang haus rasa
Yang di rumah padahal istri lebih cantik jelita

Terus gumul kembara di alam sutra dewangga
Bergaul akrab kesenangan pemuas sex dahaga
Dan tiadalah terasa sudahlah dua dasa warsa
Ia bergumul dosa-dosa hingga Tuhan beri bala

Hidup dalam kemewahan dia telah memilikinya
Namun  penyakit aids yang belum ada obatnya
Telah renggut cabut nyawanya dalam seketika
Begitu tragis akhir hayat si jablai penjaja cinta

Bumi Pangarakan, Bogor
Jumat, 03 Juni 2016 – 17:20 WIB
 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar